Wednesday, July 2, 2014

Untuk Pemilu 2014

Salam 5 Jari !! (Rukun Islam bro)

Pemilu tahun ini adalah pemilu kedua saya memilih presiden. Berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, euforia massa kali ini terasa lebih semarak, bahkan dua even yang datang bersamaan dengan pemilu, yaitu Piala Dunia dan Bulan Ramadhan, tak jua memudarkan hiruk pikuk pesta demokrasi lima tahunan ini. Ada dua calon pada pemilu 2014, Bapak Prabowo Subianto berpasangan dengan Bapak Hatta Rajasa, kemudian Bapak Joko Widodo berpasangan dengan Bapak Jusuf Kalla. Keempatnya bukan nama baru diranah politik, tiga dari nama tersebut bahkan sudah wara wiri di bidang pemerintahan.
Saya yang sudah menyadari betapa pentingnya suara saya, memutuskan tidak lagi golput. Untuk memutuskan calon yang akan saya pilih, tentulah saya harus berusaha mencari tahu latar belakang dan track record kedua calon.
Dahsyatnya pemberitaan kedua calon memang harus diakui, baik buruknya kedua calon diumbar-umbar dengan bebas. Barisan pendukung keduanya pun bisa dibilang 'gila-gilaan' dalam menyampaikan dukungan, saya harap fans-fans fanatik itu tidak anarkis apalagi gila jika calonnya tidak terpilih.
Makin semaraknya euforia kali ini karena ramainya para musisi yang ikut memberi dukungan, dan bukan cuma musisi yang terbelah, bahkan media pun ikut-ikut terbelah. Sangat disayangkan, media sekelas Metro TV dan TV One jadi harus jor-joran membela calonnya, keduanya sama saja, sudah tidak netral, jadi agar imbang jika saya menonton Metro TV selama 20 menit maka saya akan menonton TV One selama 20 menit juga, sisanya saya tetap menonton kartun.
Biarlah mereka berkampanye, karena kampanye juga bagian dari politik. Saya sendiri sudah memutuskan akan memilih salah satu calon, tak perlu saya tulis mengingat asas pemilu yang 'luber jurdil' dan karena memang tak wajib. Kepada bapak Prabowo saya menaruh simpati, kepada Bapak Jokowi pun saya menaruh simpati. Yang saya tidak simpati itu pada fans fanatik keduanya yang kalau berkomentar tak pernah mutu, hanya memancing perdebatan dan anti kritik. Sebenarnya jumlahnya sedikit tapi sangat vokal. Saya berfikir, jangan-jangan fans seperti itu akan meminta suaka untuk pindah ke Antartika jika calonnya tidak terpilih.
Kepada keduanya saya juga menaruh harapan, siapapun yang terpilih nanti, kiranya dapat membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju, bermartabat, serta bebas hutang dan intimidasi negara lain. Prabowo yang terkenal karena kata-kata lantangnya jika berorasi dan Jokowi yang terenal karena blusukannya, ketahuilah bapak-bapak, jika sekedar teriak-teriak menyatukan massa, tukang obat pun bisa melakukannya, dan jika sekedar blusukan, tukang sampah pun setiap hari blusukan.
Saya yakin, bukan hanya itu yang dibutuhkan Indonesia. Rakyat butuh pemimpin yang tidak enak makan karena tahu 250juta lebih rakyatnya yang kelak akan dipertanggungjawabkannya di akhirat mungkin belum semua makan enak seperti dia. Yang tak enak tidur di istana karena tahu jutaan rakyatnya masih terlantar dijalanan.
Yang tahu bahwa gajinya, fasilitas hidup yang diterimanya adalah buah kerja keras rakyatnya dalam bentuk pajak. Rakyat butuh Presiden yang selalu mengingat Allah dalam setiap tindakannya hingga ia tak berani menodai hak rakyat.
Bapak-bapak yang terhormat, jika nanti terpilih, ingatlah, ingatlah, ingatlah, bahwa setiap kepemimpinan akan dimintai pertanggung jawaban. Siapkah bapak mempertanggung jawabkan kepemimpinan bapak atas 33 provinsi di Indonesia yang penduduknya ada lebih dari 250 juta jiwa, siapkah bapak kelak ditanya jika ada satu saja rakyat yang merasa haknya tidak terpenuhi? Siapkah bapak jika kelak ditanya mengapa masih ada pejabat yang bisa wara wiri pakai mobil mewah sementara banyak rakyat yang cuma bisa makan nasi aking?
Bapak-bapak, sungguh kepemimpinan dan jabatan adalah ujian, berhati-hatilah atasnya.
Bapak-bapak mungkin bisa meniru Gajah Mada yang bersumpah tak akan hidup enak sebelum bisa menyatukan nusantara, atau mencontoh Al Fatih yang istiqomah dalam hubungannya kepada Allah hingga akhirnya bisa menaklukkan Konstantinopel, dan tentu saja bapak-bapak harus meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW, hingga tiap langkah yang bapak ambil benar-benar demi kepentingan rakyat.
Saya juga berharap, kelak jika bapak terpilih, bapak presiden dapat memilih menteri berdasarkan kualitas bukan sekedar kekerabatan.
Nah, saya Insha Allah akan mencoblos pada pemilu 9Juli nanti, semoga calon yang saya pilih menang, namun jika kalah pun tak mengapa. Karena keduanya pasti berniat memajukan Indonesia. Saya berdoa semoga bapak ketika terpilih, amanah dalam jabatan, dan semoga Allah merahmati bapak juga seluruh rakyat Indonesia.

Yang lebih penting, jangan lupa jika presiden kita saat ini masih bapak Susilo Bambang Yudhoyono, kepada beliau pun kita ucapkan terima kasih, karena telah bekerja keras selama 10 tahun memimpin Indonesia. Terakhir, terima kasih kepada KPU yang telah berbulan-bulan bekerja keras untuk penyelenggaraan pemilu  serta para bapak-bapak polisi yang turut membantu menciptakan pemilu damai. Semoga Allah merahmati seluruh pemimpin kita, calon pemimpin kita, ulama-ulama kita dan kita, seluruh rakyat Indonesia. Aamiin.
Ya Allah karuniakanlah kepada kami, pemimpin yang mencintai Engkau dan Engkau pun mencintainya, aamiin.
Jangan lupa 9 Juli, datang ke tps, jangan lupa baca Bismillah sebelum mencoblos, semoga pilihan kita adalah pilihan yang benar.

Salam 5 Jari!!! (Rukun Islam bro)

No comments:

Post a Comment

monggo yang mau komen .. :)