Sunday, April 28, 2013

Harga Diri, Menghargai, Penghargaan

Semalam saya belajar banyak tentang menghargai, atau belajar menghargai orang lain. Berawal dari permintaan kakak yg meminta saya mengambil berkas ke kantor pusat kerjaannya di Medan, saya menyanggupi dan membuat janji dg org yg bersangkutan di kantor tsb via kakak saya, akan datang pukul setengah sebelas.
Keesokan harinya, atau tepatnya semalam (27/04/13) saya datang bersama adik tepat waktu, puku .10:30 kami sampai di pelataran parkir kantor tsb, saya menelepon org yg bersangkutan, sebut saja koplak.
'Pagi bg koplak, (saya memperkenalkan diri) saya sudah sampai di parkiran'
'Oh sudah diparkiran ya, gimana yya, saya lagi ad urusan penting ini, tunggu sampai jam 12 ya, gag papa kan, nti jam 12 datang lg'
saya terdiam, terpana, terbata.
Kemudian percakapan selesai, tentu saja saya kesal kemudian menelepon kk saya dan protes
Dia menyarankan saya menunggu di restoran fastfood di dekat situ.
Saya dan adik saya kemudian menunggu sambil makan siang di restoran fastfood tsb. Pukul 11.30 saya mengirim sms kepada saudara koplak,
'Maaf bg koplak, saya masih ad urusan penting lg abis ini, saya tunggu jam 12 pas, tp direstoran fastfood saja, soalnya saya nunggu disini'
Taklama saya ditelepon oleh kk saya yang marah karna kami mengirim sms kepada saudara koplak, menurut kk saya, saudara koplak tersinggung dan menyuruh kami pulang saja.
Saya tentu tidak terima, kurang ajar betul saudara koplak itu, jadi buat apa dia membuat kami menunggu satu jam. Terus terang saya tidak suka org terlambat, menunggu lima menit saja saya enggan, apalagi sampai satu jam.
Kemudian adik saya iseng berkata, coba sms lagi, maka kami kembali mengirim sms
'begitu saja marah bg, kami menunggu satu jam saja tidak marah, baiklah kami pulang'
kemudian kk saya kembali menelepon dan marah, menurutnya sikap kami bisa membuat berkasnya ditahan dan tidak diberikan.
Kemudian kk saya mengirim saya sms,
'Aku tw dia gag tepat janji, tapi birokrasi itu beda reni, gag bisa idealis ky gitu. Lagipula kw kan gag kenaL sama dy,  kenapa ky gitu ngomongnya. Ak tw dy salah karna terlambat, tp kalian juga gag bisa berlaku ky gitu. Ini nasihat buat kalian, pikirkan akibatnya sebelum bicara, mungkin gag ad akibatnya buat kalian, tp ad buat ak, yawda mw diapain lg, ini bukan soal perlu atau gag perlu, bukan soal siapa dia, tapi soal etika'

1. Apabila saudara koplak memang tidak bisa datang pada hari sabtu dengan alasan libur (perlu diingat bahwa yang libur hari sabtu bukan dia saja) dia tidak perlu mengiyakan janji untuk pengambilan berkas pada hari sabtu.

2. Saya baru dapat nomor hp saudara koplak pada hari sabtu pukul 10.00 pagi, sejauh ini janji dibuat via kk saya, maka saya pikir semua sudah beres, kami datang tepat waktu dan saudara koplak dengan alasan urusan penting mengulur waktu sampai satu setengah jam kemudian dan kami menyanggupi.

3. Saya memang masih punya janji lain sehabis itu, dan saya takut saudara koplak akan datang terlambat lagi, karna itulah saya mengirim sms agar dia datang tepat waktu (tidak ada etika yg salah disini). Kenapa saya menyuruh datang ke restoran fastfood, karena restoran itu satusatunya tempat yang paling strategis untuk menunggu, letaknya tidak sampai 500 meter dr kantor tsb.

4. Saudara koplak benar benar tidak menghargai saya, karena dy bukannya menyampaikan kepada saya, tapi malah repot2 menghubungi kk saya hanya untuk menyuruh kami pulang. Jelas jelas yg menunggu dia itu saya bukan kk saya.

5. birokrasi bukan alasan untuk tidak menghargai orang lain, sekalipun anda presiden anda harus menepati janji yang sudah anda buat, apalagi ands bukan bukan presiden.

6. Terus terang saya sakit hati. Apakah salah ketika saya mengingatkan seseorang agar datang tepat waktu, kenapa org yg tidak tepat janji, bahkan sudah meremehkan janji tetap dibela dan dianggap benar dg alasan birokrasi. Birokrasi sampah!

7. Masalah berkas yang dikhawatirkan tidak diberikan. Berkas adalah hak mutlak kalian, dan kalian membayar. Hanya org bodoh yg tidak memperoleh berkas yg memang mutlak hak nya.

Saya tersenyum, ketika adik saya yg juga jadi korban dalam masalah ini, mengirim pesan singkat kepada kk saya, yg biasa dipanggilnya mbak

'Ini pelajaran untuk mbak, ini bukan masalah etika, tapi harga diri, harga diri mbak, harga diri kami, harga diri dia juga, mau sampai kapan dia bersikap ky gitu? Mau sampai kapan dia gag bisa dewasa? Ini bukan masalah berkas mbak, gag mungkin ditahannya berkas itu, paok x kalau berkasnya sampai gag dikasi. Ini masalah attitude dia, jgn mentang mentang yg dicari dy bisa kekanak kanakan ky gitu, harusnya mbak sadar, dunia ini keras, kalau 'enggih' aja sama orang kita yang dipijak pijak'

Kami memang tidak mengerti soal birokrasi, apalagi birokrasi macam sampah yang kalian anut itu.

No comments:

Post a Comment

monggo yang mau komen .. :)