Saturday, May 4, 2013

Bagaimana Cara Mengeja Skripsi (?)



1. Mengeja Skripsi

Buat kalian yang katanya sarjana, coba lakukan ini. Bagaimana caranya mengeja kata ‘skripsi’ ?
S e se, k r i, kri, p, krip, s i si : skripsi.
Horee, susah kan. Begitulah, mulai dari mengejanya saja sudah njelimet begitu, apalagi membuatnya. Itu sebabnya banyak calon sarjana yang hampir gila, kehilangan berat badan, semangat bahkan pacar (waaaw) gara-gara tugas akhir yang menyebalkan ini. Apalagi kalau belum apa-apa sudah dihadang dosen pembimbing semacam mak lampir, semester akhir di kampus akan berubah menjadi gua hantu, gelap, suram dan banyak memedinya.
Baiklah kita ulang lagi, tanyakan sekalian pada dosen-dosen itu, yang katanya  Master, Doktor atau Profesor, bagaimana caranya mengeja skripsi?
Mungkin itu sebabnya, skripsi menjadi hantu bagi mahasiswa yang lemah iman dan tidak kuat mentalnya, mulai dari pengucapannya saja ‘skripsi’ sudah begitu ribet, bayangkan kalau yang berbicara mahasiswa cadel, maka lidahnya akan kepelintir mengucapkan ‘sekelipsi’ dihadapan dosen killer, mau bagaimana, berusaha mati-matian sampai wajah membiru pun skripsi akan tetap menjadi ‘sekelipsi’ , salah-salah bisa terucap ‘epilepsi’
Bagaimana bisa membuatnya, kalau definisnya saja sebagian mahasiswa tidak mengerti. Skripsi hanya sebatas tugas akhir yang wajib dibuat untuk bisa segera sidang meja hijau. Tak perduli itu skripsi diperoleh dari mana, mau nempah kek, copy paste kek, mau nunggu keajaiban Tuhan tiba-tiba jatuhin skripsi dari langit kek, apa mau susah-susah berjuang nulis sendiri, yang penting setumpuk kertas, penuh teori, hipotesa-hipotesa, rumus-rumus dan analisa-analisa sampai dihadapan dosen, siap diuji kebenarannya (halah, ini yang menyebalkan, kadang banyak dosen yang tiba-tiba merasa jadi ‘Tuhan’ karena bisa menentukan nasib anak-anak bebek dekil -bernama mahasiswa ini, yang sudah bertahun-tahun bercokol dikampus -sok-sok jadi aktivis atau karena memang bego- pantas menyandang gelar sarjana atau tidak)

Begitulah skripsi, yang bukan saja membuat lidah kepelintir, tapi juga sekaligus otak, hati dan kantong. Bertahun-tahun berkutat dengan kata ini membuat saya ingin sekali lagi membuat skripsi dengan judul baru
“pengaruh tenggang pembuatan skripsi terhadap penurunan kesehatan mental mahasiswa” :p

No comments:

Post a Comment

monggo yang mau komen .. :)